Pengertian TaeKwonDo

Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do, atau Taekwondo) adalah olah raga bela diri Korea yang paling populer dan juga merupakan olah raga nasional Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia[rujukan?] dan juga dipertandingkan di Olimpiade.
Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti “menendang atau menghancurkan dengan kaki”; Kwon berarti “tinju”; dan Do berarti “jalan” atau “seni”. Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai “seni tangan dan kaki” atau “jalan” atau “cara kaki dan kepalan”. Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olah raga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).

TATA CARA UPACARA TAEKWONDO..,

Mungkin dari sebagian teman-teman ada yang masih bingung bagaimana sih Tata Cara Upacara TaeKwonDo yang baik? Nah berikut ini adalah Tata Cara Upacara TaeKwondo yang terdiri dari:

◊ DOJANG

Dojang merupakan suatu tempat berkumpulnya para Taekwondoin, baik tua maupun muda, laki-laki atau perempuan, secara bersama-sama untuk berlatih Taekwondo. Dojang biasanya berupa suatu kelas atau ruang tertutup, namun tidak tertutup kemungkinan bahwa suatu lapangan terbuka pun dijadikan sebagai suatu dojang. Di dojang, para Taekwondoin saling berlatih lebih jauh dan memperbaiki kemampuan diri masing-masing dalam Taekwondo, baik secara fisik maupun mental di bawah bimbingan seorang instruktur yang sudah terlatih juga sebelumnya. Instruktur yang biasa dipanggil dengan sebutan Sabam, berkewajiban untuk menciptakan suatu iklim yang baik di dalam dojang agar para Taekwondoin dapat berkonsentrasi dan berlatih Taekwondo dengan baik.

◊ PAKAIAN (DOBOK)

Dalam latihan Taekwondo, para anggota diwajibkan untuk mengenakan pakaian seragam Taekwondo pada saat setiap latihan ataupun acara-acara formal Taekwondo lainnya, seperti ujian kenaikan tingkat, pertandingan, dan lain-lain. Pakaian seragam atau Dobok ada 2 macam, yaitu yang berkerah putih dan hitam. Dobok berkerah putih dikenakan oleh Taekwondoin yang menyandang sabuk putih hingga sabuk biru strip merah. Sedangkan yang berkerah hitam hanya diperuntukkan bagi mereka yang telah menyandang sabuk merah dan sabuk hitam DAN.

◊ SABUK

Dalam Taekwondo dikenal ada berbagai tingkatan sabuk yang sekaligus juga menunjukkan tingkat kemampuan seseorang dalam Taekwondo. Berikut ini adalah urutan sabuk Taekwondo yang dikenal di Indonesia mulai dari tingkat yang paling awal hingga tingkat tertinggi:
1. Sabuk Putih
2. Sabuk Kuning Polos
3. Sabuk Kuning Strip Hijau
4. Sabuk Hijau Polos
5. Sabuk Hijau Strip Biru
6. Sabuk Biru Polos
7. Sabuk Biru Strip Merah
8. Sabuk Merah Polos
9. Sabuk Merah Strip Hitam Satu
10. Sabuk Merah Strip Hitam Dua
11. Sabuk Hitam (Dan)

Cara mengikat sabuk dalam Taekwondo pun memiliki aturan tersendiri yang khas. Berikut ini adalah petunjuk tentang cara mengikat sabuk dalam Taekwondo:
1. Sabuk di sisi kiri yang ada tulisan/nama, lebih pendek.
2. Sabuk di sisi kanan (lebih panjang), diputar melingkari badan. Sabuk yang disisi kiri (ada tulisan/nama) berada di bawah.
3. Panjang kedua sabuk disamakan.
4. Sabuk yang di sisi kiri tetap di bawah, sedangkan sabuk yang
disisi kanan dimasukkan ke bawah (menyilang dengan sabuk di sisi kiri) paling belakang, hingga keluar ke atas.
5. Sabuk yang berada di bawah (ada tulisan/nama) dipegang. Sabuk yang di atas diputar, diletakkan di atas sabuk yang berada di bawah, hingga membentuk lingkaran/celah.
6. Sabuk yang di bawah (ada tulisan/nama) dimasukkan ke dalam celah/lingkaran yang terbentuk tadi, lalu keduanya ditarik secara bersamaan.
7. Tampak depan, panjang kedua sabuk (sisi kanan dan kiri) diusahakan sama.
8. Tampak belakang, sabuk terlihat satu garis, sehingga tampak rapi.

◊ KYEONG RYE

Saling menghormati di antara sesama Taekwondoin merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki oleh setiap Taekwondoin, baik di dalam latihan maupun diluar waktu latihan. Sikap saling menghormati ini tidak hanya kepada Pelatih atau Instruktur (Sabam) saja, tetapi juga kepada para pengurus, senior dan sesame Taekwondoin, bahkan kepada siapa pun.
Dalam bahasa Korea, Kyeong berarti menghormati, menghargai, dan Rye berati etiket, sopan santun. Untuk menghormati, para Taekwondoin membungkukan badannya ketika saling berhadapan badan.
Selama latihan, setiap sebelum dan sesudah latihan para Taekwondoin saling menghormati satu sama lain sebelumnya, khususnya kepada para Sabam. Demikian pula ketika sedang berlatih dalam berpasangan dengan teman atau dalam pertandingan, biasanya diawali dengan aba-aba “Cha-ryeot, Kyeong-Rye”.

◊ UPACARA

Upacara berupa doa, dilakukan baik sebelum atau sesudah latihan dalam Taekwondo. Ada dua posisi yang dikenal dalam Taekwondo untuk melakukan upacara ini, yaitu posisi berdiri dan duduk. Biasanya diawali dengan aba-aba “Shi-zen”.

LATIHAN FISIK yuuuuuuk..,

Latihan fisik itu jangan hanya dilakukan di dojang saja, tapi mari kita latih fisik kita dirumah. Usahakan kita melatih fisik kita minimal 2x seminggu. Misalnya pada hari minggu pagi dan pada saat latihan di dojang. Ketika kita latihan fisik dirumah pasti kadang kita bingung apa yang harus kita lakukan dan bagaimana cara melatih fisik.

Berikut ini ada beberapa cara untuk latihan fisik:

  1. Lari di tempat dengan cepat (Sprint di tempat), badan sedikit membungkuk, langsung lari cepat maju (Sprint).
  2. Lari dengan posisi kaki lurus, badan condong ke belakang.
  3. Lari mundur, badan condong ke belakang.
  4. Lari maju, lutu diangkat 900 atau setinggi pangkal paha/pinggul.
  5. Lari kanan-kiri (secara zig-zag) melewati teman yang berdiri satu baris (sebagai rintangan/halangan dengan jarak antar teman sekitar 1 meter.
  6. Melompati punggung teman (dengan posisi teman setengah jongkok/membungkuk), kaki melebar ke samping, kedua tangan menyentuh punggung teman.
  7. Lompat-lompat di tempat, kaki menyilang (ganti-ganti kaki kanan/kiri di depan).
  8. Lompat-lompat sambil berbalik 1800 ke arah kanan atau kiri.
  9. Lompat-lompat sambil berputar 3600 ke arah kanan atau kiri.
  10. Lompat-lompat di tempat dengan kedua lutut/paha menyentuh dada.
  11. Lompat-lompat di tempat sambil kedua kaki di lipat dan di sentak ke belakang.
  12. Lompat-lompat kedua kaki dibuka ke arah samping.
  13. a)  Lompat kedua kaki dibuka melebar ke samping, dua tangan  direntangkan ke samping setinggi bahu.  b)  Lompat kedua kaki dirapatkan, dua tangan diturunkan.  c)  Lompat kedua kaki dibuka melebar ke samping, dua tangan bertepuk di atas kepala.
  14. Ulangi gerakan-b, lalu lakukan gerakan-a, kembali gerakan-b, dilanjutkan gerakan-c, dilakukan 8-10 kali untuk 1 set.
  15. Kaki buka melebar ke samping (posisi Joo Choom Soegi), kemudian lari (kaki cenderung diseret ke samping) ke kanan dan ke kiri, sambil tangan menyentuh lantai (kanan dan kiri secara bergantian.
  16. Push up dengan tangan dikepal (untuk laki-laki) dan tangan dibuka (untuk perempuan).
  17. Push up dengan tangan dibuka, dengan satu tangan (kanan dan kiri Push up dengan kedua kaki lurus dibuka ke samping (posisi double split).
  18. Berdiri, lalu jongkok, kedua tangan menyentuh lantai, kedua kaki dilempar ke belakang, lalu push up sekali, kemudian jongkok, lompat dengan kedua tangan dan kaki cenderung dibuang ke belakang, lalu berdiri dan diulang dari awal. Dilakukan 8-10 kali untuk 1 set.
  19. Sit up dengan posisi kaki lurus, kaki dan kepala diangkat bersamaan.
  20. Sit up dengan posisi membentuk huruf “V” tangan sentuh dua ujung jari kaki.
  21. Posisi badan tidur terlentang, kedua tangan di belakang kepala, lalu sambil mengankat badan/dada, kepala, tangan serta kaki secara bersamaan/serentak.
  22. Posisi badan tidur tengkurap dengan tangan dibelakang kepala, lalu sambil mengangkat badan/dada, kepala, tangan serta kaki secara bersamaan/serentak ke belakang (Back up).
  23. Jalan dengan posisi tangan dilantai, kaki dipegang oleh teman atau pasangan.
  24. Jongkok sambil membuat lingkaran dan saling merangkul punggul teman, lalu lompat-lompat kea rah kanan dan kiri (dilakukan minimal dengan 3 orang).
  25. Berdiri dengan posisi saling membelakangi (dilakukan oleh 2 orang), kedua tangan saling mengait, lalu membungkukkan badan sambil digoyang/diayun (posisi kaki setengah jongkok lalu lurus). Dilakukan secara bergantian.

Semoga teman-teman dapat melakukannya. .

Sejarah TaeKwonDo

Taekwondo yang kita kenal sekarang , mempunyai sejarah yang sangat panjang seiring dengan perjalanan sejarah Bangsa Korea , dimana beladiri ini berasal. Sebutan Taekwondo sendiri baru dikenal sejak tahun 1954, merupakan modifikasi dan penyempurnaan dari berbagai beladiri tradisional Korea.

Latar belakang sejarah perkembangan Taekwondo dpt dibagi dalam 4 kurun waktu, yaitu : Pada masa kuno, masa pertengahan , masa modern dan masa sekarang.

  1. Pada Masa Kuno
    • Asal Mula Taekwondo
      Pada dasarnya manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi diri dan hidupnya, hal ini secara disengaja maupun tidak akan memacu aktivitas fisiknya sepanjang waktu. Manusia dalam tumbuh dan berkembang tidak dapat lepas dari kegiatan / gerakan fisiknya , tanpa menghiraukan waktu dan tempat. Pada masa kuno manusia tidak punya pikiran lain untuk mempertahankan dirinya kecuali dengan tangan kosong, hal ini secara alamiah mengembangkan teknik – teknik bertarung dengan tangan kosong. Pada saat kemampuan bertarung secara tangan kosong dikembangkan sebagai suatu cara untuk menyerang dan bertahan, digunakan pula untuk membangun kekuatan fisik seseorang, bahkan dijadikan pertunjukan dalam acara ritual. Manusia mempelajari teknik – teknik bertarung didapat dari pengalaman nya melawan musuh – musuhnya. Inilah yang diyakini menjadi dasar seni beladiri Taekwondo yang kita kenal sekarang, dimana pada masa lampau dikenal sebagai ‘Subak” , “Taekkyon”, ” Takkyon” , maupun beberapa nama lainnya. Pada asal mula sejarah Semenanjung Korea , ada 3 suku bangsa / kerajaan yang mempertunjukan kontes seni beladiri pada acara ritualnya. Ketiga kerajaan ini saling bersaing satu sama lain, ketiganya adalah Koguryo, Paekje dan Silla, semuanya melatih para ksatria untuk dijadikan salah satu kekuatan negara, bahkan para ksatria yang tergabung dalam militer saat itu, menjadi warga negara yang mempunyai kedudukan yang sangat terpandang. Menurut catatan , kelompok ksatria muda yang terorganisir seperti ” Hwarangdo” di Silla dan “Chouisonin ” di Koguryo, semuanya menjadikan latihan seni beladiri sebagai salah satu subyek penting yang harus dipelajari. Sebuah buku tentang seni beladiri yang disebut ” Muye Dobo Tongji ” menyebutkan : ” ( Taekwondo) Seni pertarungan tangan kosong adalah dasar dari seni beladiri , yang membangun kekuatan dengan melatih tangan dan kaki hingga menyatu dengan tubuh agar dapat bergerak bebas leluasa, sehingga dapat digunakan saat menghadapi situasi yang kritis, berarti ( Taekwondo ) dapat digunakan setiap saat “.
    • Koguryo’s ‘sonbae’ dan Taekkyon
      Koguryo yang berdiri pada 57 tahun seblem masehi di semenanjung Korea bagian utara, membentuk kesatuan para ksatria tangguh yang disebut ‘Sonbae’, yang artinya laki – laki yang bersifat baik dan tak pernah takut dalam bertarung / perang . Dalam buku sejarah disebutkan bahwa saat Dinasti Chosun Kuno memerintah , tanggal 10 Maret setiap tahunnya pada hari raya Koguryo, masyarakat merayakan nya dengan acara – acara kontes tarian pedang, memanah, subak ( Taekkyon ) dan sebagainya. Kontes Subak ( Taekyon ) sebutan untuk Seni beladiri Taekwondo pada masa itu adalah salah satu kegiatan yang sangat populer. Penemuan beberapa lukisan dinding makam pada masa Koguryo, yang menggambarkan 2 orang yang saling bertarung dalam sikap Takkyon ( Taekwondo ), membuktikan bahwa seni beladiri yang sekarang kita kenal sebagai Taekwondo telah dipraktekan sejak 2000 tahun yang lalu di Semenanjung Korea.

      Gambar di atas adalah lukisan dinding yang ditemukan pada langit – langit kuburan kerajaan Muyong – chong jaman dinasti Koguryo, yang menggambarkan 2 orang yang sedang mempraktekkan beladiri ( Taekwondo kuno )


    • Shilla’s ‘Hwarang” dan Taekkyon
      Kerajaan Shilla berdiri pada tahun 57 sebelum masehi di tenggara semenanjung Korea, secara geografis tidak terancam dari luar, tetapi dengan berdirinya Kerajaan Pakje disisi barat dan awal serbuan dari Koguryo dari utara maka Kerjaan Shilla mempersenjatai diri dengan meningkatkan dengan kemampuan seni beladiri yang berkembang saat itu. ” Hwarangdo” adalah tipe beladiri dari Shilla yang merupakan asimilasi dari sistem beladiri ” Sonbae ” dari Koguryo. Anggota – anggota Hwarang berlatih keras dengan semboyannya yang terkenal yaitu bakti kepada orang tua, setia pada negara & bangsa, pantang mundur dlm perang. Kim Yu Sin dan Kim Chun Chu adalah orang – orang yang memberikan sumbangan besar bagi penyatuan 3 kerajaan di Semennajung Korea. Dalam catatan peristiwa dari Chosun melukiskan kehidupan para Hwarang , sebutan bagi para ksatria yang mempelajari Hwarangdo, para hwarang diseleksi oleh kerajaan , dan setelahnya mereka hidup dan berkumpul dalam kelompok menurut yang mereka pelajari, seperti Subak ( bentuk dari Taekwondo kuno ), bermain pedang, berkuda dan bermain ” Sirum” / gulat gaya Korea. Diwaktu damai, hwarang bekerja melayani masyarakat, membantu keadaan darurat dan membangun jalan & benteng, siap mengorbankan hidupnya saat berperang. Hwarang sangat dipengaruhi oleh disiplin agama Budha, dapat dilihat di Kyonju Museum sangat jelas ditunjukan bahwa seni beladiri ini dipraktekan di kuil – kuil, digambarkan dengan adegan laki – laki yang tampak kuat dalam sikap menyerang dan bertahan dengan tangan kosong. Sikap yang ditampilkan sangat menarik adalah sikap Kumgang Yoksa yang sama dengan sikap pada beladiri Taekwondo sekarang . Ini membuktikan bahwa pada masa kerajaan Shilla ” Subak” dan “Taekkyon” tampak / muncul bersamaan , dan keduanya menandakan bahwa teknik – teknik tangan dan kaki tersebut dipakai dalam Taekwondo sekarang ini.

      Gambar di atas adalah patung 2 ksatria yang sedang dalam pose / sikap beladiri Kumgang Yoksa, yang terdapat pada gua Sokkuram di Kyongju, yang berasal dari abad ke 7.


    • Taekkyon dari Koguryo ke Shilla
      Seni bela diri Taekkyon yang populer di Koguryo, ternyata tertulis juga di Shilla, dibuktikan dengan : i. “Hwarang ” ( Sonrang ) di Shilla mempunyai arti kata yang sama dengan “Sonbae” di Koguryo jika ditinjau dari sudut etymology. ii. Keduanya memiliki sistem organisasi dan hirarki yang sama. iii. Menurut catatan sejarah, Sonbae di Koguryo digunakan dalam kompetisi Taekkyon saat perayaan nasional, hwarang di Shilla juga memainkan Taekkyon ( Subak,dokkyoni, atau taekkoni ) dalam perayaan seperti “palkwanhoe” dan “hankawi”, hal ini menunjukkan perkembangan secara sistematis teknik beladiri kuno ke Taekkyon / Sonbae yang menjadi dasar seni beladiri di Korea sekitar 200 tahun sesudah masehi. Mulai abad ke 4 sesudah masehi seni beladiri ini makin memasyarakat dan berkembang melalui sekolah / perguruan seni beladiri dengan berbagai kelompok teknik tangan kosong dan kaki.
  2. Masa Pertengahan
    Pada Dinasti Koryo ( 918 sampai 1392 Masehi ) yang mana penyatuan Semenanjung Korea setelah Shilla, Taekkyon berkembang sangat sistematis dan merupakan mata ujian penting untuk seleksi ketentaraan. Teknik Taekkyon tumbuh menjadi senjata yang efektif untuk membunuh. Pada permulaan Dinasti Koryo, kemampuan beladiri menjadi kualifikasi untuk merekrut personel ketentaraan sebab kerajaan membutuhkan kemampuan pertahanan yang kuat setelah penaklukan seluruh semenanjung Korea. Kemampuan dalam beladiri Taekkyon sangat menentukan pangkat seseorang dalam ketentaraan. Raja – raja pada dinasti Koryo sangat tertarik pada kontes Taekkyon yang disebut “Subakhui”, yang populer juga dimasyarakat dan dijadikan ajang perekrutan tentara. Namun pada akhir pemerintahan Dinasti Koryo ketika penggunaan senjata api mulai dikenal , membuat dukungan terhadap kemajuan beladiri berkurang jauh.
  3. Masa Modern
    Pada masa modern Korea , saat Dinasti Chosun ( Yi ) pada tahun 1392 sampai 1910, Kerajaan Korea dan Jaman penjajahan Jepang sampai tahun 1945, Subakhui dan Taekkyon, sebutan Taekwondo pada saat itu mengalami kemunduran dan tidak mendapat dukungan dari pemerintah yang memodernisasi tentaranya dengan senjata api. Dinasti Yi yang didirikan dalam ideologi Konfusius , lebih mementingkan kegiatan kebudayaan daripada seni beladiri. Kemudian , saat raja Jungjo setelah invasi oleh Jepang pada tahun 1952, pemerintah kerajaan membangun kembali pertahanan yang kuat dengan memperkuat latihan ketentaraan dan praktek seni beladiri. Seputar periode ini, terbit sebuah buku tentang ilustrasi seni bela diri yang diber judul Muyedobo – Tonji, yang memuat gambar – gambar dan ilustrasi yang mirip / menyerupai bentuk / sikap ( Poomse ) dan Gerakan Dasar ( Basic Movement ) Taekwondo sekarang, namun tentunya hal ini tak dapat diperbandingkan begitu saja dengan Taekwondo saat ini yang telah dimodernisasi dengan penelitian yang berdasarkan ilmu pengetahuan modern ( Scientific Studies). Akan tetapi , saat penjajahan Jepang semua kesenian rakyat dilarang termasuk Taekkyon, untuk menekan rakyat Korea. Seni beladiri Taekkyon hanya diajarkan secara sembunyi oleh para master beladiri sampai masa kemerdekaan pada tahun 1945.
  4. Masa Sekarang
    Seiring dengan kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang, konsep baru tentang kebudayaan dan tradisi mulai bangkit. Banyak para ahli seni beladiri mendirikan sekolah / perguruan beladiri . Dengan meningkatnya populasi dan hubungan kerjasama yang baik antar perguruan beladiri, akhirnya diputuskan menyatukan berbagai nama seni beladiri mereka dengan sebutan : Tae Kwon Do, pada tahun 1954. Pada 16 September 1961 sempat berubah menjadi Taesoodo namun kembali menjadi Taekwondo dengan organisasi nasionalnya bernama Korea Taekwondo Association ( KTA ) pada tanggal 5 Agustus 1965, dan menjadi anggota Korean Sport Council. Pada era tahun 1965 sampai 1970 an , KTA banyak menyelenggarakan berbagai acara pertandingan dan demonstrasi untuk berbagai kalangan pada skala nasional. Taekwondo berkembang dan menyebar dipelbagai kalangan, hingga diakui sebagai disiplin / program resmi oleh Pertahanan Nasional Korea , menjadi olahraga wajib bagi tentara dan polisi. Tentara Korea yang berpartisipasi dalam perang Vietnam dibekali keahlian Taekwondo, pada saat itulah Taekwondo mendapatkan perhatian besar dari dunia. Nilai lebih ini menjadikan Taekwondo dinyatakan sebagai olahraga nasional Korea. Pada tahun 1972, Kukkiwon didirikan, sebagai markas besar Taekwondo, hal ini menjadi penting bagi pengembangan Taekwondo keseluruh dunia. Kejuaran dunia Taekwondo yang pertama diadakan pada tahun 1973 di Kuk Ki Won,Seoul ,Korea Selatan, sampai saat ini kejuaraan dunia rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Disamping itu , untuk meningkatkan kualitas Instruktur Taekwondo diseluruh dunia, Kukkiwon membuka Taekwondo Academy, yang mulai tahun 1998 telah membuka Program pelatihannya bagi Instruktur Taekwondo dari seluruh dunia. Kuk Ki Won, sebagai markas besar Taekwondo Dunia, disinilah pusat penelitian dan pengembangan Taekwondo, Pelatihan para Instruktur , sekretariat promosi ujian tingkat internasional. Pada 28 Mei 1973, The World Taekwondo Federation ( WTF ) didirikan, dan sekarang telah mempunyai 156 negara anggota dan Taekwondo telah dipraktekan oleh lebih dari 50 juta orang diseluruh penjuru dunia, dan angka ini masih terus bertambah seiring perkembangan Taekwondo yang makin maju dan populer. Taekwondo telah dipertandingkan diberbagai pertandingan multi even diseluruh dunia , dan Taekwondo telah dipertandingkan sebagai ekshibisi pada Olympic Games 1988 Seoul dan telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di Olympic Games 2000, Sydney.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

  • Time Is Money…,

    Desember 2016
    S S R K J S M
    « Apr    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031